Jawaban pertanyaan Bab 4 dan Bab 5
Nama: Tiara Agnesi Windari
NIM. : 18019019
DDF B
Pertanyaan bab 4
1. Apa kegunaan filsafat ilmu bagi seorang mahasiswa sastra ?
(Dengan mempelajari filsafat ilmu, mahasiswa sastra akan lebih kritis dalam melihat berbagai fenomena yang terjadi. Pemikiran kritis tersebut dapat dituangkan dalam karya tulis. Karya tulis tersebut tidak hanya berupa karya fiksi, namun juga karya non fiksi seperti opini ataupun essay yang yang dapat berkontribusi untuk hangsa kita agar menjadi lebih baik.
2. Jelaskan, untuk apa paham rasionalisme, empirisme, dan positivisme bagi seorang mahasiswa !
(Manfaatnya adalah agar mahasissa, baik sebagai seorang akademisi maupun seorang individu, memiliki ilmu dan pengetahuan yang nyata dab dapat dibuktikan kebenadannya. Dengan rasionalisme, mahasiswa akan berpikir dengan akal, berusaha menganalisis dan menghubungkan antara satu pengetahuan dengan pengetahuan yang lain. Jika itu masih belum cukup, Empirisme akan membuat mahasiswa melakukan percobaan untuk membuktikan apa yang dipikirkannya benar. Dengan positivisme, mahasiswa akan merujuk pada pengetahuan yang relevan dengan objek yang ingin dibuktikannya. Singkatnya, tiga hal saling melengkapi untuk membantu mahasiswa menemukan kebenaran serta memecahkan masalah.
3. Perlukah metode dan langkah-langkah berpikir ilmiah bagi seorang mahasiswa sastra ? (Sangat perlu. Memang kesannya mahasiswa sastra lebih santai karena tidak perlu melakukan penelitian di lab dengan berbagai bahan kimia dan sejenisnya, tapi itu tak berarti bahwa mahasiswa sastra tidak membutuhkan langkah-langkah berpikir ilmiah. Sebelum menulis, mahasiswa sastra wajib berpikir ilmiah dan membuktikannya denhan kajian pustaka sebelum menuliskan karya)
4. Apa pentingnya berpikir sistemik itu ?
(Dengan berpikir sistemik, kita memiliki panduan untuk memecahkan masalah dengan lebih efektif. Kita tidak akan terjebak dalam jalan berliku yang membingungkan.)
5. Perlukah kita memiliki etika keilmuan ?
(Perlu. Bukan hanya karna status kita sebagai mahasiswa, tapi untuk diri kita sebagai manusia. Tidak adanya etika keilmuan membuat banyak hal seperti salah logika, salah paham, dan berbagai kekeliruan terjadi. Pemikiran yang salah akan mengarahkan kita pada tindakan yang salah. Untuk itu, logika keilmuan sangat dibutukan agar hal-hal buruk tadi tidak terjadi.
Pertanyaan bab 5 : Jawablah pertanyaan berikut :
1. Mengapa kita harus mempelajari filsafat moral ?
(Karna kita tidak hidup secata individu,tapi kita merupakan bagian dari kelompok sosial. Dengan filsafat moral, kita tidak akan bersinggungan dengan perkara-perkara sosial. Dengan filsafat moral, kita tau apa itu tenggang rasa, apa itu kewajiban, apa itu etika dan apa yang harus kita lakukan sebagai makhluk sosial.
2. Apa yang akan terjadi kalau kita tidak paham dengan etika, moral dan norma ?
(Kita mendapat masalah, yang tidak hanya menghancurkan hubungan kita dengan kelompok sosial, tapi juga menghancurkan diri kita sendiri karena terus dirundung sakit hati dan ketidaknyamanan.
3. Jelaskan pula, apa yang akan dihadapi seesorang jika ia tidak memiliki kesadaran moral ! (Dijauhi lingkungan sosial, diasingkan, tidak dihormati dan tidak dianggap ada. Seseorang tersebut akan menghadapi tekanan batin karenanya.)
4. Seberapa pentingkah kode etik profesi tersebut dalam kehidupan kita ?
(Sangat penting. Kode etik mengajarkan kita apa yang harus kita lakukan, serta cara mengontrol diri dalam situasi tidak menyenangkan sekalipun. Denhan demikian, kode etik profesi tidak hanya dapat diterapkan saat kita bekerja, tapi juga dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari kita)
Komentar
Posting Komentar